<p>DPR menyambut penggantian Ujian Nasional dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kebijakan ini dinilai mengurangi beban siswa, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperbaiki capaian PISA.</p><p><br></p>

JAKARTA “ Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut baik keputusan pemerintah yang mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa sekolah.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengurangi beban belajar siswa."TKA bisa menjadi terobosan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia" ujar Cucun, Selasa (11/3).Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi menggantikan UN dengan TKA.

TKA tidak lagi dijadikan sebagai standar kelulusan siswa.Cucun menilai konsep TKA lebih tepat untuk diterapkan karena mampu mengukur proses dan hasil pembelajaran siswa secara menyeluruh.

Melalui TKA, guru dapat mengetahui sejauh mana penguasaan materi dan kompetensi siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.Meski demikian, ia meminta pemerintah merancang TKA secara matang agar tidak menjadi momok bagi sekolah dan peserta didik.

Terlebih, TKA akan digunakan sebagai salah satu indikator dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 untuk jenjang SD dan SMP.

Sementara bagi siswa kelas XII SMA/SMK, TKA mulai diterapkan pada November 2025.Dengan tidak dijadikannya TKA sebagai syarat kelulusan, Cucun menilai beban psikologis siswa akan berkurang.

Ia juga berharap TKA dapat meningkatkan motivasi belajar, menjaga kesehatan mental siswa, serta meminimalkan praktik kecurangan dalam sistem pendidikan.Selain itu, penghapusan istilah “ujian” dinilai dapat menghilangkan trauma siswa yang selama ini identik dengan kelulusan dan kegagalan.

Cucun menegaskan bahwa fokus pada pengukuran kompetensi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional, termasuk memperbaiki capaian skor PISA Indonesia.TKA juga direncanakan menjadi salah satu komponen penilaian jalur prestasi nasional dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui sistem penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.sumber : https://www.inilah.com/dukung-ujian-nasional-digantikan-tka-dpr-yakin-bisa-cegah-kasus-perjokian.

Bagikan kegiatan WhatsApp